It’s called, Reality

It’s called, Reality

Suatu pagi (01/11) saya diantar ayah ke sekolah.
Berhenti sejenak di perempatan karena ada lampu merah, mata saya tertumbuk pada sosok ibu dengan anaknya yang ingin menyebrang di samping jalan.
Karena mereka tidak tahu lampu merahnya kurang berapa detik, mereka tetap menunggu di sana, mencari aman.
Tetapi dari sekian banyak pengendara, ada salah satu pengendara motor yang memberitahu dan mempersilakan mereka lewat zebra cross tersebut,
karena dia anggap sisa detik lampu merah tadi masih cukup untuk menyebrang.
Akhirnya mereka berdua pun berterimakasih pada bapak pengendara motor itu dengan menganggukkan kepalanya, lalu tersenyum.
Dan berhasil menyebrang jalan dengan selamat :-)

Mungkin bagi kalian ini terlihat sederhana, tetapi tadi di jalan saya terharu sekali -_-
dari sudut pandang saya, dapat terlihat bahwa kepedulian sosial bapak itu sangat tinggi.
Zaman sekarang, manusia cenderung semakin individualis dan tidak peka (pengaruh globalisasi dan modernisasi) (cerita tadi, contohnya)
Jadi, saya bersyukur masih ada manusia berwatak seperti itu.

Saya tersenyum dengan tulus, ketika seseorang memang benar-benar tulus. Dan entah kenapa senyum tulus saya memang jarang terlihat.
Hati lelah melihat kebohongan dan perbuatan buruk yang ada tiap harinya.

Advertisements

4 thoughts on “It’s called, Reality

  1. masyaallaah :’)
    alhamdulillah ya dhanyta, masih ada orang-orang yg peduli ><
    bagaikan oase di tengah gurun pasir kelas 12 :v
    jadi inspirasi nih, mari peduli :)

    1. haha, mbak shara yang pertama kali komentar kayak gitu :3
      sampe aku kira kejadian di cerita itu sama sekali nggak menggugah -_-
      lebih terharu lagi kalo liat langsung mbak~

      semoga nanti makin banyak orang yang peduli sekitar :)

      1. hihi, kadang yang sederhana gitu keliatannya nggak menggugah dhan, tapi orang2 biasa di sekitar kita itu, sbnarnya luar biasa :D
        menggugah kok, hmm :’))

        iya semoga kapan2 nutut liat kejadian gitu…

        aamiin ^.^
        semoga kita juga termasuk orang2 yg peduli :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s