di atas atap

di atas atap

saat itu, minggu pertama ujian tengah semester 2 kelas XI. ujian kami diadakan pada siang hari, karena paginya sekolah hanya untuk mereka yang sudah kelas XII.
terkadang sekolah bisa se-ngenes itu, uh.

kelas yang saya tempati, berada di lantai dua.
saya duduk di baris paling depan, pojok sebelah kiri. posisi yang menguntungkan bagi saya, tapi tidak untuk teman-teman saya, tentunya. (iykwim)
di sebelah saya, ada jendela yang ukurannya lumayan besar. jendela itu berjejer dan berjeruji, kira-kira panjangnya sampai tiga meter.
ketika saya bosan mengerjakan soal, dari jendela itu saya bisa meluapkan isi otak saya, atau sekadar menghilangkan jenuh.
apa yang saya lihat di seberang sana?

tukang. lebih tepatnya, tukang bangunan. mereka saat itu sedang menyusun atap gedung DPRD yang di renovasi itu.
tiba-tiba, sesuatu melintasi pikiran saya. yaitu rasa ingin mencoba berada di atas sana! (tapi saya phobia dengan ketinggian)
sebenarnya, saya ingin telentang di tempat itu. melihat sinar matahari, melihat awan, melihat langit biru, menikmati angin sepoi-sepoi.
tapi, akhirnya saya juga hanya bisa melamun saja.

ah– rasanya ingin kembali ke saat itu lagi. bukan kembali mengalami masa-masa sulitnya ujian, tapi membayangkan bagaimana caranya agar aku bisa ke sana.
ke atas atap yang sekarang sudah mengkilap berwarna merah itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s