it feels bad

it feels bad

coba, bayangkan. dua tahun yang lalu, kalian masih bersama. kemana mana bersama, dalam satu ruangan yang sama, saling berbagi cerita. suasananya juga bahagia. tetapi tiba tiba kamu ditarik dari ruangan itu, kemudian menuju ruangan yang mempunyai persepsi yang buruk di matamu.

dengan kaki gemetar, berjalan sedikit demi sedikit demi memperlambat perjalananmu ke sana, serta mata yang sembab berlumuran air mata. rasanya sungguh menyesakkan. kebahagiaanmu direnggut dalam sekejap saja, tak ada tanda-tanda maupun ekspektasi dari dirimu sendiri.

ruangan yang gelap itu, sudah berada di depan matamu. takut, kau mengintip sedikit ke dalamnya. tidak disangka sangka juga kalau beberapa saat kemudian kamu akan betah tinggal di sana. dalam waktu sekejap itu, kamu bisa melupakan kesedihanmu. bahkan melupakan kenangan masa lalu.

ternyata, mereka anggap kamu menjauh, menikmati ruangan barumu. padahal tidak. kamu hanya ingin beradaptasi dengan tempat barumu itu. benar benar bentuk perasaan yang tidak menyatu. sejak itu, kamu menganggap bahwa mereka dan kamu memang berbeda.

sudah, kamu sudah lelah. kamu sudah berkali-kali bersikap baik pada mereka, tapi apa balasannya? tidak ada. mereka, dengan waktu senggangnya yang begitu luas, bersenang-senang di dalamnya. kamu, dengan waktu senggangmu yang hampir tidak ada, dilema. apa yang harus kamu perbuat selanjutnya?

ternyata, kamu dan mereka memang sudah berbeda. hm, bukan. memang berbeda sejak awal kalian bertemu.

Advertisements

6 thoughts on “it feels bad

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s