another story

kagum.

setiap rasa kagum yang muncul dari diri saya pada seseorang, saya merasa sangat rendah. dan tidak pantas untuk disebut ‘si baik hati’, ‘si bijak’– atau apa pun.

saat itu saya berfikir, seharusnya saya bisa seperti itu dari dulu. seperti halnya; bersikap tegas dan dewasa. salah satu hal yang jarang bisa saya atasi. begitulah, saya adalah seorang lemah yang hanya bisa menyembunyikan kata, tidak berani mengatakan yang sebenarnya. tidak pernah berani ambil resiko, hingga pada akhirnya masalah tetap tidak pernah terselesaikan.

sedangkan dia, dan mereka. orang yang saya kagumi. hebat, berterus terang tanpa takut melukai perasaan (karena dia benar). dan seharusnya saya tidak sedih, bahkan menangis sekalipun. sikap untuk rela dan bisa menerima kenyataan sangat diperlukan bagi orang-orang seperti saya. seharusnya berbahagia untuk mereka. karena tanpa mereka sadari, mereka telah membuat saya sadar akan hal yang penting. dan, ya, sekali lagi itu susah.

memperbaiki diri, berusaha jadi diri sendiri, untuk yang kesekian kali. semoga bukan hanya tulisan. ini misi.

Advertisements

4 thoughts on “kagum.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s