ketika.

ketika.

ketika kamu mendongakkan wajahmu ke atas dan melihat betapa indahnya langit, bagaimana perasaanmu?

di pagi hari, ia berwarna biru cerah. membuatku merasa bersyukur karena sampai saat ini pun aku masih bisa hidup.

di siang hari, awan-awan berkumpul dan berjalan. tidakkah kamu ingin menyentuhnya?

di sore hari, langit senja sendu sekali. sedih rasanya matahari akan tenggelam, bagaimana esok?

di malam hari, ia dihiasi bulan dan bintang-bintang. hampa, tapi penuh rasa.

tenang, menenangkan sekali rasanya.

jika setiap hari aku dapat berbaring sembari memandangi langit, mungkin bisa bahagia?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s