#letter8

#letter8

#29suratuntukfebruari. surat ke delapan. untuk pakde, kakekku, nenekku, dan satu kakekku lagi yang sudah nggak ada.

assalamualaikum, aku harap kalian bisa menjawab salam dari keturunanmu ini di sana. aku harap kalian baik-baik di sana, aku harap Allah bisa mengampuni kalian dan memberikan surga-Nya untuk kalian cicipi. betapa nikmatnya :’)

mungkin aku cuma bisa menulis satu paragraf surat yang nggak begitu berharga untuk kalian, dan paragraf surat itu nggak mungkin juga terbaca oleh kalian. semoga Allah menyampaikannya, aku harap.

untuk pakde, yang dulu dari tangerang.

heei udah lama nggak ketemu. berapa tahun ya? terakhir pas aku menginjak masa taman kanakku. lalu sudah tak ada kabar darimu. tapi aku masih ingat dulu, ketika aku bertamu ke rumahmu bersama keluargaku. kita main2 kan ya? ke sea world. sama ke dufan. foto. bersenang-senang. saat itu menyenangkan sekali, dan dengan kedatanganku & adikku membuat istrimu bahagia, seperti melihat anak sendiri. tapi kenapa beberapa tahun kemudian, di suatu pagi kau tak mau bangun lagi. istrimu, membangunkanmu berkali-kali. tapi kau tetap terlelap di kasurmu, beserta tangisan tanteku. rasanya aku masih ingin bertemu denganmu seperti dulu.

untuk kakekku yang dari malang, dimataku kau lah pahlawan.

semangat! mungkin kata itu yang aku ingin ucapkan sebelum kau pergi ke pulau itu, pulau komodo, untuk menjalankan tugas dari negara. tapi bahkan ketika kau berangkat, aku tidak ada. aku belum lahir. betapa inginnya aku melihat sosokmu, yang kata mama, kau itu seorang yang disiplin. dan kata nenek, kau itu tegas. tapi menurutku Allah sudah baik sekali telah menyempatkan kau untuk hidup di sini. aku ingin bertemu denganmu secara langsung, nggak mau hanya dari foto saja. gimana caranya?

untuk kakek & nenek dari semarang. aku merasa berdosa dengan kalian.

aku ngaku, aku jarang banget ke semarang. pas masih kecil, aku malah sering kesana, jenguk kalian sama main2 bareng sepupu. tapi tambah kelas, aku makin jarang ke semarang. aku tau papa juga pasti kangen banget sama keluarganya di sana :'( tapi pas papa ngajak aku pasti alasannya karena sekolah, tapi aku emang nggak ngarang. semoga papa nggakpapa. hmm eang-eangku dari semarang, aku minta maaf karena aku jarang kesana. bahkan aku ngelayat ke tempat kalian hanya satu kali. sebagai cucu saya merasa durhaka. tapi akan kudoakan kalian selalu. makasih buat semuanya, saat aku dan kalian masih hidup.

dari manusia yang ditinggalkan tapi masih ingin bertemu,

dhanyta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s