#letter3

#letter3

#29suratuntukfebruari. ketiga, buat papa.

hei. pa :) aku nggak bisa bilang apa apa tentang papa. menurutku, papa adalah ayah terbaik yang pernah ada.

teman-teman punya seorang ayah gagahnya, tapi papaku adalah orang yang selalu bisa membuat semua orang tertawa, tidak hanya aku dan mereka.

disaat teman-teman dimarahi oleh ayahnya, papa hanya menasihatiku, supaya bisa memperbaiki sikapku yang salah.

disaat teman-teman nggak bisa datang ke sekolah karena nggak ada yang anter, papa tetep nganter aku. walaupun sakit.

disaat teman-teman pergi jalan-jalan dengan keluarganya, aku hanya di rumah. papa kerja, bahkan kadang keluar kota. mama juga kerja. aku? hanya dengan adik, atau sendiri.

tahu tidak, mama dan papa? kadang aku kesepian. aku butuh waktu bersama kalian. apalagi adik. kami masih butuh perhatian lebih. kami masih belum dikatakan sebagai seorang dewasa, mama papa. kami masih anak-anak, mungkin, dan disaat tertentu. sedangkan aku, masih manja. pingin dibelikan ini itu. pingin dianterin ke suatu tempat. pingin dibuatin makanan. pingin titip barang-barang sekolah yang harus ada untuk besok. hiks. manja banget ya :’) maafkan aku pa.

papa, ngomong-ngomong,

diumurmu yang sudah setua ini, aku sudah bisa melihat perubahan, yang mungkin memang dialami oleh semua orang tua yang akan beranjak lebih tua lagi. padahal dulu seorang papaku masih muda ya :)

pa, papa tau nggak, papa udah mulai suka lupa apa yang seharusnya diingat. papa melupakannya. tidak sengaja terlupakan. dan itu sedikit menyedihkan.. tapi aku akan coba sabar mengingatkanmu hal-hal itu. sama seperti dulu.

hmm, pa. papa juga sekarang kakinya sering sakit, kan? iya. kemarin lusa kaki papa masih sakit. tapi kemarin sudah sembuh lho pa :D tapi kenapa hari ini kambuh lagi? aku nggak tega papa masih bisa nganter aku ke sekolah dengan kaki seperti itu sakitnya. papa yang sabar ya, aku hanya bisa membantu sebisaku.

pa, akhir-akhir ini sifat papa mulai berubah. aku takut. mama sama papa sering ribut karena hal sepele. hal-hal kecil. ingat tidak, ketika kalian saling membentak dan aku menangis dihadapan kalian? itu sudah lama sih, tapi bikin trauma. aku nggak suka.

papa, hilangkan sifat-sifat keras kepalanya ya.. mama juga, jadi mama yang sabar. kalian bisa. dan aku akan berusaha menjadi anak yang lebih tegar, lebih berbakti pada kalian. mohon bantuannya, aku sangat cinta kebaikan kalian.

dari anakmu yang nantinya akan membahagiakan kalian,

dhanyta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s