#Tragedi2

#Tragedi2

Setiap pagi, aku dan kedua temanku (Citra dan Kiki) berangkat ke kantor naik bison–bis kecil. Jarak dari kos ke jalan raya lumayan jauh dengan jalan yang berbatu-batu sehingga sangat tidak bersahabat dengan sepatu. Baru sebulan dipakai jalan sejauh itu sepatuku udah jebol duluan. Akhirnya aku beli fantovel baru.

Antisipasi biar fantovel baru nggak cepet rusak, akhirnya pas jalan dari kos ke jalan raya aku pakai sandal, terus ganti fantovelnya kalo udah nyampe kantor. Jadi tiap hari aku kresekin fantovelku di dalam tas.

Di suatu Selasa yang cerah, aku pake sandalku seperti biasanya dan pingin cepat-cepat pake fantovel di kantor nanti. Pas udah nyampe kantor tiba-tiba jantungku rasanya berhenti sebentar.

Deg.

Firasatku buruk. Aku lupa kalo kemarin malem ngeluarin kresek yang berisi fantovelku–dari dalam tas–dan nggak aku masukin lagi.

Pikiranku melayang jauh(?) masak aku bakalan pake sandal terus sepanjang hari? Ya isis sih isis tapi nanti dimarahi atasan (apalagi aku masih magang gini kalo aneh-aneh mau diapain aja mah bisa).

Akhirnya aku putuskan apel pagi hari selasa itu menggunakan sandal. Semoga Pak Fuad nggak tau kalo aku pake sandal………

Apel pun dimulai, lancar seperti biasanya. Untunglah bukan aku yang jadi danton dan yang memberi ceramah hari itu, jadi kakiku nggak bakalan jadi pusat perhatian. Tapi tiba-tiba setelah selesai apel, Pak Fuad tanya ke danton:

“Kira-kira siapa sekarang yang atributnya nggak lengkap?”

*hening*

Aku kaget, nggak biasanya Pak Fuad tanya gitu setelah apel. Jangan-jangan Pak Fuad tau kalo aku pake sandal………….. Temen-temen langsung noleh ke aku semua karena mereka tau kalo aku nggak pake sepatu. Dengan berat hati aku angkat tangan (disertai keringat dingin), ngaku:

“Siap Pak, saya pakai sandal.”

Dan ternyata yang disindir Pak Fuad bukan aku. Ada salah satu temenku yang nggak pake sabuk.

Yah nggakpapa lah ngaku sekali-sekali…….. Ujung-ujungnya apel pagiku berkah alhamdulillah.

Gak jelas banget ya. Sekian.

((Apel pake sandal)) –End-

#Tragedi1

#Tragedi1

Rasa-rasanya banyak sekali hal aneh yang belakangan ini terjadi padaku. Sejak aku menjalani kehidupanku sebagai calon PNS di Pasuruan.

Mulai dari….

Aku sedang magang di KPPBC Pasuruan dan nggak pulang-pergi Malang-Pasuruan. Setiap Jumat malam aku pulang naik kereta api ekonomi tujuan Stasiun Malang Kota Baru, dan kembali lagi ke Pasuruan hari Minggu naik kereta dengan tujuan Stasiun Bangil. Ini mumpung penempatanku masih dekat dengan kampung halamanku, sebisa mungkin harus pulang tiap week end!

Suatu pagi, aku harus kembali ke Pasuruan dengan jadwal keberangkatan kereta pukul 07.00 WIB. Karena datang mepet, aku buru-buru tanya pak petugas jaga-nya, dan bilang kalo kereta penataran di jalur dua. Aku lari lewat lorong bawah tanah (emang gitu kalo di stasiun Malang) dan berdiri di pinggir jalur dua. Selamatlah aku, kereta baru datang dan aku yang sebenarnya nggak dapat tempat duduk bisa dapet tawaran tempat duduk dari ibu-ibu yang baik hati. Jadi selama satu jam lebih dua puluh menit aku nggak bakal berdiri sia-sia.

Aku duduk dan mulai membaca novelku, sampai–akhirnya aku sadar–kereta berhenti, dan ada tulisan Stasiun Kepanjen.

Stasiun Kepanjen.

Stasiun Kepanjen?!

Keringatku mulai mengucur deras dan dingin. Perasaanku nggak enak. Karena aku tau, kalau mau ke Stasiun Bangil itu nggak melewati Stasiun Kepanjen, melainkan Stasiun Blimbing, dst.

Dan akhirnya aku sadar kalau aku salah kereta setelah tanya ibu-ibu di depanku. Aku disuruh turun dari kereta sebelum kereta itu menuju stasiun berikutnya yang otomatis semakin jauh dari Stasiun Bangil……………

Dengan berbekal Rp 10.000 dan tidak bawa hp karena sedang diservis akibat jatuh dari wahana yang terbang-terbang di Jatim Park 1, aku sedikit putus asa. Nggak bisa telepon mama, bilang “Ma aku nyasar di Stasiun Kepanjen”, nggak kenal siapa-siapa buat pinjem hp (ntar dikira modus begal), dan nggak ada wartel.Satu-satunya yang bisa aku tanyai cuma Pak Ojek.

“Pak, naik ojek ke Malang bisa Rp 10.000 nggak, Pak?”

Bapaknya geleng-geleng menjelaskan ke aku yang berwajah melas, bahwa ojek ke Malang minimal Rp 35.000. Akhirnya aku disarankan naik angkot dua kali. Yang setelah aku naikin bener-bener menghabiskan waktu satu jam sendiri–itu lama–bahkan kalau nggak nyasar aku sudah sampai di Stasiun Bangil dari tadi.

Akhirnya setelah sampai di Malang, aku ke atm BNI terdekat dan ambil uang di sana. Mampir ke KFC bentar, menghibur diri dan beli pancake (bukan promosi). Terus pas pulang, nyampe depan pintu rumah yang terbuka, dan mama papa yang terbelalak kaget melihatku kembali ke rumah–bukannya udah di Pasuruan–harusnya mereka senang.

Tragedi ini berakhir dengan Papa mengantarku ke Pasuruan naik motor. Papaku pahlawanku.

((Salah naik kereta)) –End-

.

.

Halo buat semua yang lagi baca ini, apa kabar kalian?

Aku udah nggak nulis apa apa lagi sejak postingan tentang wisuda ternyata :D
Jadi, setelah kuliah di STAN selama setahun dan wisuda dari PKN-STAN, ada beberapa proses–yang sebenarnya masih sangat panjang–untuk menggapai status ‘PNS’ Kementerian Keuangan. Kalo dipikir-pikir sih, alhamdulillah banget kalo udah keterima di STAN atau perguruan tinggi yang ber-ikatan dinas. Setelah lulus, dijamin langsung kerja tanpa keliling ngelamar pekerjaan di perusahaan-perusahaan dulu. Tapi beberapa tahun terakhir ini ada syarat tambahan yaitu; LOLOS TES TKD. Apa itu TKD? Kalo penasaran coba googling :)

Nah, kalo TKD lolos, selamat lah kalian. Tinggal ngumpulin dokumen dan persyaratan administrasi lainnya, selangkah lebih dekat menuju CCPNS (Calon Calon Pegawai Negeri Sipil). Masih harus ngilangin dua huruf C di depan PNS (?). Kalau program studi kalian Kepabeanan dan Cukai (BC) maka yang harus dilalui setelah wisuda yaitu; mengikuti acara Customs and Excise On Boarding Programme (CBP) yang biasanya diadakan di Kantor Pusat Bea dan Cukai di Rawamangun, kemudian magang/On The Job Training (OJT) di kantor yang telah ditunjuk sekjen untuk kalian, lalu Diklat Teknis Umum Kesamaptaan (Samapta) (wajib militer versi indonesia/biasanya kayak orientasinya tentara-tentara dan polisi) (dan bea cukai adalah satu-satunya prodi di STAN yang harus mengikuti diklat ini) (makanya Bea Cukai itu istimewa sekali –“), dan yang terakhir inshaaAllah Pra Jabatan, ini harus bikin laporan yang nantinya bakalan dipresentasiin gitu. Yosh kudu semangat banget!!!

Sekarang aku lagi proses magang di KPPBC Pasuruan, Skep nya sih cuma sampai 4 Maret 2016 nanti, tapi sepertinya bakal diperpanjang. Di kantor ini ada 15 anak yang magang juga seperti aku, dan delapan diantaranya sedang Diklat Samapta. Aku kapan? Aku bulan depan berangkat samapta ke Jakarta! Huaaa rasanya deg deg an, aku bisa nggak ya nanti?
Doakan aku ya :D

IMG_2485

.

.

Ya Allah, mungkin Engkau memang bermaksud baik. Walaupun terpisahkan oleh jarak yang jauh, tapi dekatkan lah hati kami…

 

Aamiin.